Diskrimnasi sering terjadi diberbagai kalangan ,tetapi apakah ada yang pernah mendapatkan perlakuan diskriminasi dari pendidik atau disebut juga sebagai guru?
Bagaimana rasanya mendapat prilaku diskriminasi? pastinya semua orang akan merasa tidak nyaman terutama kalau dalam keluarga .Bagaimana kalau dalam pendidikan? terutama dari guru,apalagi orang tersebut adalah seseorang yang mengajarkan tentang hukum-hukum? tanpa diberitahupun tentunya kita tahu siapa. Sebagai contoh mari ktia lihat kasus berikut :
Sebuah sekolah yang mungkin bisa disebut sebagai tempat pendidikan yang bagus, isinya merupakan anak-anak yang orang tuanya sukses. Mungkin pribadi dan moral mereka rendah sehingga guru-guru ‘kewalahan’ . Tapi apakah SEBAGAI pendidik,apakah seorang guru pantas menyindir hasil upah yang orang tua murid dapat dengan berceramah atau membaca puisi sekencang-kencangnya didepan kelas dengan gayanya yang yakin? Puisi maupun perkataan tidak akan saya ulas disini namun yang saya ulas ialah INTI darinya yaitu “kekayaan kalian adalah hasil dari korupsi”
sekian untuk hari ini…
Shan-in Lee Said:
on PMpWed, 23 May 2007 18:40:32 +000040Wednesday 24, 2007 at 6:40 pm
Dari fakta di lapangan, diskriminasi bersifat vertikal dari atas ke bawah, oleh golongan mayoritas terhadap minoritas. Namun dalam kasus seperti di atas, perlu dicatat satu hal: “Apakah sikap seorang yang dituakan–dalam hal ini guru–seperti itu wajar? Adakah alasan yang jelas baginya untuk berbuat seperti itu?”
Mungkin ini masalah ketidakpercayaan, kecemburuan sosial, atau bahkan apalah…
Bagi Shan-in pribadi, sikap berburuk sangka terhadap pemerintah itu wajib, tapi tidak bagi ‘mereka-yang-sukses’. Sikap ini hanya akan memperlebar jurang kesenjangan saja.
remichan Said:
on PMpWed, 23 May 2007 19:09:18 +000009Wednesday 24, 2007 at 7:09 pm
Diskriminasi dihal lain Remi rasa mungkin wajar pasti ada alasan tertentu ya tapi kalau dipendidikan apalagi antara guru dan murid rasanya tidak ’sreg’
Sebenarnya kalau menurut Remi sendiri,Remi juga gak tau alasannya namun ia sering bilang bahwa kami ini murid yang tak bermoral
Shan-in Lee Said:
on PMpThu, 24 May 2007 20:05:14 +000005Thursday 24, 2007 at 8:05 pm
Ahahahaaa… Kuncinya ya introsepeksi diri kedua belah pihak saja. Agar pembenaran dari kedua belah pihak tidak menyebabkan perpecahan yang lebih dalam lagi. Pembenaran itu harus disatukan. ^^
Baidewei, numpang nyepam artikel yang kayaknya berkaitan… http://coretangunawan.wordpress.com/2007/05/24/kisah-perguruan-tiga-negara/
*kabur*
p4ndu_454kura Said:
on AMpSat, 26 May 2007 10:21:23 +000021Saturday 24, 2007 at 10:21 am
Mengapa setiap orang suka menghina.
Mengapa mereka tidak bisa saling menghargai
Mengapa mereka hanya sulit mengakui karya orang lain
Mari kita hentikan diskriminasi, hal itu sangat tidak pantas dan tidak berpeikemanusiaan.
remichan Said:
on AMpSat, 26 May 2007 11:06:24 +000006Saturday 24, 2007 at 11:06 am
Shan-in :ah- kadang ada manusia yang sulit untuk intropeksi –a. oh~ silakan-silakan aja ~
p4ndu_454kura : Karena manusia adalah makhluk yang tidak mau kalah…kah?
Shan-in Lee Said:
on PMpSat, 26 May 2007 18:47:50 +000047Saturday 24, 2007 at 6:47 pm
Ini yang susah. Masing-masing pihak punya justifikasi masing-masing yang menurut mereka BENAR, bukan? Jadi bagaimana introspeksi kalau kita selalu merasa benar…?
saRa Said:
on PMpTue, 19 Jun 2007 18:36:25 +000036Tuesday 24, 2007 at 6:36 pm
tentu saja Sara pernah,
tapi bedanya, Sara disini berada dipihak yang diuntungkan (dari SD sampe SMA),
selalu dipuji, dibela, dianak-emaskan, dan lain-lain yang buat orang iri,,
tpi lama kelamaan,
kelihatan juga apa maksud dari ‘baek’nya para guru2 ini,,
ada yang semata-mata mengagumi orang tua Sara (bukan artis pastinya), ada yang memang sifatnya sangat hiperbolik (sifat yang merepotkan)
dan macam-macam lainnya,.
dan tentunya ada yang memang baik dan perhatian pada murid,, ^^
nah, ini juga yang terjadi di kehidupan sekolah Sara,
murid tidak bermoral?? apakah itu hal yang pantas untuk diucapkan pada murid??
sementara mereka yang berperan mendidik murid untuk menghormati satu sama lain,,